pariwisata kabupaten jember

Kuasai Tanah Warisan Gunakan Akte Palsu

  Dibaca : 341 kali
Kuasai Tanah Warisan Gunakan Akte Palsu
space ads post kiri

* Dibuat pada 2011 dan Belum Tercatat di Letter C

Perseteruan lima bersaudara soal harta warisan berujung di Kantor Polisi. Kejadian ini terjadi di Desa Ardisaeng Kecamatan Pakem.

Dari kurang lebih 2.500m tanah sawah, hanya dikuasai oleh satu orang, sedangkan empat saudara lainnya tidak kebagian.

Data Memo X di Desa Ardisaeng, kelima bersaudara yang sedang berseteru tersebut adalah Amat, Toyani, Mustafa, Juheni, Jumari, dan Nahrawi. Tanah tersebut kini dikuasi oleh Nahrawi.

Kepala Desa Ardisaeng, H. Su’udi, kepada Memo X menjelaskan pada tahun 2011 Nahrawi membuat akte tanah melalui Sekretaris Desa H. Ilham. Dalam akte tersebut disebutkan, tanah seluas 2.500m itu milik Nahrawi.

Kasus pembuatan akte palsu itu terjadi pada tahun 2011. Saat itu, Nahrawi minta bantuan Sekdes H. Ilham agar dibuatkan Akte tanah. Padahal tanah yang di akte seluas 2.500m itu bukan hanya hak Nahrawi, tapi 4 saudara lain juga punyak hak atas tanah tersebut,” kata H. Su’udi.

Padahal, lanjut anggota DPRD Kabupaten Bondowoso ini, didalam letter C, catatan akte tersebut belum tercatat.

Artinya, secara hukum, akte yang dibuat oleh Sekdes H.Ilham ilegal. Maka secara otomatis, hak kepemilikan tanah tersebut juga gugur.

Untuk mengelabui kejahatannya, Kata H. Su’udi, Nahrawi melaporkan keempat saudaranya dengan tuduhan telah melakukan pengrusakan terhadap tanaman diatas tanah miliknya.

Zainudin, Kepala Dusun Krajan Desa Ardisaeng, usai dimintai keterangan oleh Polisi mengatakan, upaya Nahrawi menguasai tanah dengan membuat akte palsu adalah salah besar.

“Rupanya dia tidak pernah berfikir, bahwa perbuatannya itu melanggar hukum,” tandasnya. (sam)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional