pariwisata kabupaten jember

Keluarga Pengantin Kecewa, Oknum KUA Diduga Pungli

  Dibaca : 516 kali
Keluarga Pengantin Kecewa, Oknum KUA Diduga Pungli
space ads post kiri

* Penghulu KUA Mumbulsari Tak Hadir saat Akad Nikah

Bagaimana jika anda mengadakan hajatan nikah, semuanya sudah siap hingga hari H. Namun saat hari H penghulu tidak hadir. Perasaan keluarga besar mempelai baik laki-laki maupun perempuan pasti malu bukan main, kecewa dan marah bercampur aduk menjadi satu. Contoh kejadian tersebut merupakan kejadian nyata, seperti yang dialami warga di Kecamatan Mumbulsari….

 KECEWA: Edi Fitrianto (tengah baju merah) perwakilan keluarga yang mengaku kecewa dengan kinerja KUA Mumbulsari


KECEWA: Edi Fitrianto (tengah baju merah) perwakilan keluarga yang mengaku kecewa dengan kinerja KUA Mumbulsari

Edi Fitrianto, warga Dusun Angsana, Desa/Kecamatan Mumbulsari, mengaku kecewa dengan kinerja penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Karena, pada Jum’at (15/1), petugas pencatat nikah tak menghadiri prosesi akad salah seorang keluarganya. “Saya malu bukan main Mas. Padahal saya sudah bayar semua persyaratan dan administrasi yang telah diminta oleh petugas KUA,” katanya, kepada sejumlah wartawan, Senin (18/1).

Menurutnya, saat itu dia menikahkan saudara iparnya yang bernama Suwanto asal Dusun Sumberrejo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo. Pemuda 32 tahun ini, menikahi Anita (18) seorang gadis warga Dusun Angsana, Desa/Kecamatan Mumbulsari.

Karena kondisi keluarga perempuan yang kurang mampu, semua biaya pernikahan ditanggung oleh pihak lelaki. Hari baik pun ditentukan, bahkan dua bulan sebelum pelaksanaan akad nikah, semua persyaratan administratif telah diurus oleh Edi Fitrianto di pemerintahan Desa serta KUA setempat.

Namun, saat hari pelaksanaan tiba Jumat (15/1), sang penghulu tak kunjung datang. Bahkan, setelah menunggu sekitar 2,5 jam, tak ada satupun petugas KUA yang muncul. “Saya pasti bingung, karena telah mengundang tamu dan kerabat untuk walimahan. Sebagai solusi, saya mendatangkan kiai untuk memimpin proses akad nikah saudara ipar saya itu,” kesalnya.

Mangkirnya penghulu di prosesi akad nikah warga Dusun Angsana, Desa/Kecamatan Mumbulsari, Jum’at (15/1) lalu, menimbulkan dugaan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) setempat melakukan pungutan liar (pungli) dan adanya permainan.

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional