pariwisata kabupaten jember

PWI Bondowoso Gelar Raker Perdana Di Desa Glingseran

  Dibaca : 147 kali
PWI Bondowoso Gelar Raker Perdana Di Desa Glingseran
space ads post kiri

PWI Bondowoso Siap Sinergi Tangkal Berita Hoax
BONDOWOSO, Memo X

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso menggelar rapat kerja pertama pasca dilantik dua minggu lalu. Raker ini dilaksanakan di desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Minggu (4/3/2018).

Ketua PWI Bondowoso Haryono mengatakan, raker ini dilakukan untuk menyelaraskan program kerja seksi-seksi dengan visi dan misi dari PWI Bondowoso masa bakti 2017-2020. Tentunya, raker ini menjadi bagian penting dalam menyatukan persepsi dari para pemangku seksi-seksi agar memahami visi dan arah organisasi kewartawanan ini. Sehingga, pers yang sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi, benar-benar bisa hadir dalam memberikan informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial.
“Saya harap semua pengurus sekarang mengerti mengapa organisasi PWI yang baru dilantik ini harus menegaskan ulang, mengingatkan ulang, dan menjelaskan kepada semua orang mengenai visi dan value kedepan,” ujarnya di hadapan pengurus PWI kabupaten Bondowoso.

Ia pun menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dipikul bersama dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis di Bondowoso. Terlebih, isu berita hoax semakin santer di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Tentu PWI harus hadir dalam memberikan literasi media kepada masyarakat Bondowoso, dengan langkah awal meningkatkan profesionalisme para insan pers.
“Ini nantinya akan jadi salah satu konsen kita kedepan. Ini juga masuk di dalam visi dan misi kita dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis,” ujarnya.
Selain itu, dari pemangku seksi yang ada dalam waktu dekat akan bersinergi dengan instansi terkait untuk mensukseskan Pilkada serentak, melalui tangka berita hoax.
Sementara itu, Kepala Desa Glingseran, Sulaedi, mengatakan, sebagai mitra Pemerintah Pers memiliki peran yang cukup besar dalam pembangunan, karena tanpa adanya peran serta insan pers dalam pembangunan mungkin pembangunan yang sudah dilaksanakan tidak memiliki arti dan makna bagi masyarakat. Para jurnalis atau insan pers keberadaannya juga dirasakan memiliki andil yang cukup besar sebagai mediator yang menghubungkan komunikasi dua arah antara pemerintah dengan masyarakat.
“Munculnya nama dan potensi desa Glingseran yang selama ini terpendam bukan karena saya, melainkan karena kekompakan pemerintah desa dan temen-temen Jurnalis. Seperti, saling menjalin komunikasi, membantu memberitakan berbagai hasil pembangunan di desa Glingseran juga. Sehingga desa kami terbranding dengan adanya temen-temen Jurnalis,” ujarnya.
Ia pun berharap kedepan organisasi wartawan ini bisa memerangi sejumlah oknum jurnalis yang “CNN” akronim dari “Cuma Neket-Neket. Karena, bagaimanapun kehadiran oknum jurnalis CNN ini justru bisa mengotori para insan pers yang profesional. Dan Alhamdulillah, dengan dilantiknya pengurus yang sekarang ini mudah-mudahan bisa memerangi yang CNN,” pungkasnya. (ifa)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional