pariwisata kabupaten jember

Tingkatkan Pendapatan Petani Terapkan Sistem Kluster

  Dibaca : 116 kali
Tingkatkan Pendapatan  Petani Terapkan  Sistem Kluster
space ads post kiri

Kluster atau pengelompokan menjadi salah satu terobosan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso di sejumlah sektor untuk mendongkrak pendapatan petani. Beberapa kluster yang sudah dibentuk sebelumnya adalah kluster tanaman padi, kopi dan tembakau.

Bambu, merupakan komiditi berpotensi. (sam)

Bambu, merupakan komiditi berpotensi. (sam)

Beberapa waktu lalu, Pemkab Bondowoso juga telah menandatangani Nota Kesepakatan pengembangan kluster bambu dengan 9 pihak terkait. Berbagai harapan digantungkan petani dan perajin bambu Bondowoso dengan adanya kesepakatan ini.

Ketua Asosiasi Petani dan Perajin Bambu Bondowoso, Nur Salim mengatakan, selama ini minat masyarakat untuk menanam bambu masih sedikit. Padahal secara ekonomi, bisnis bambu sangat menjanjikan.

Kondisi ini menyebabkan banyak usaha kerajinan berbahan dasar bambu harus membeli bahan baku dari luar daerah. Padahal, potensi lahan bambu di Kabupaten Tape ini tak bisa dibilang remeh.

“Para petani dan perajin bambu berharap pembentukan kluster ini merupakan momen tepat untuk menjadilan bambu menuju masa kejayaan seperti di daerah lain,” kata Nur Salim pada Memo X.

Diakui Nur Salim, selama ini bambu kurang diminati karena kalah bersaing dengan komoditi lain seperti sengon. Hal itu wajar karena petani ingin mendapatkan keuntungan yang cepat.

Saat ini, tengah dikembangkan pembibitan bambu jenis Petung Hitam yang akan menjadi ikon Bambu Bondowoso. Menurut Salim, jenis ini memiliki keunggulan tersendiri jika dibanding jenis bambu pada umumnya karena harganya yang lebih mahal serta baik untuk melindungi sumber mata air.

“Sudah ada lokasi pembibitan untuk bambu jenis petung. Bambu jenis ini yang paling bagus karena secara konservasi bagus untuk melindungi sumber daya air dan menahan erosi. Harganya lebih mahal, 1 lonjor bisa Rp 100 ribu padahal bamboo jenis biasa hanya Rp 60 ribu,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bondowoso, saat ini terdapat 1.350 hektar lahan bambu yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dari luas lahan tersebut, produksi bambu di Bondowoso mampu mencapai 40 juta batang lebih.(sam)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional