pariwisata kabupaten jember

Golkar Gagas Hari Raya Tape Bondowoso

  Dibaca : 213 kali
Golkar Gagas Hari Raya Tape Bondowoso
space ads post kiri

* Bondowoso Miliki Kualitas Tape Terbaik

Untuk memperkuat ikon Bondowoso sebagai kota tape, Fraksi Golkar DPRD Bondowoso mengharap pemerintah menetapkan hari raya tape di Bondowoso. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh juru bicara Fraksi Partai Golkar, Ady Kriesna, SH yang juga Ketua Komisi II DPRD Bondowoso. Menurut Kriesna, jika Pemerintah menetapkan Hari Raya Tape di Bondowoso, maka akan ada dampak yang signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Selain itu, masyarakat akan merasa bangga terhadap tape Bondowoso…

Kebutuhan bahan tape terus meningkat. (mkl)

Kebutuhan bahan tape terus meningkat. (mkl)

“Selain itu, secara otomatis akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Jika hari raya tape ditetapkan, maka 600 ribu orang di Bondowoso akan makan tape dihari yang sama, jika diasumsikan 600 ribu orang menjadi 300 ribu kepala keluarga dan setiap keluarga akan menghabiskan tape satu kilo, maka singkong yang dibutuhkan sebanyak 300 ribu ton, dan ini akan berimplikasi terhadap perekonomian masyarakat Bondowoso,” jelasnya..

Kriesna mengharapkan agar pemerintah harus memberikan perlindungan hukum kepada produk tape Bondowoso, sehingga tidak mudah di klaim oleh kabupaten/kota lain. “Dimasa-masa yang lalu, ikon daerah yang melekat pada Bondowoso adalah “Aduan Sapi” yang sejak tahun 1999 kita sepakat untuk tidak mengembangkannya lagi. Akan tetapi masih ada ikon daerah lainnya yang belum mampu menumbuhkan pride (kebanggaan) masyarakat kita, yaitu “Bondowoso Kota Tape”. Produksi tape terbaik di Jawa Timur adalah Bondowoso. Surabaya, Jakarta bahkan kota-kota besar lainnya juga mengenal Bondowoso sebagai pusat tape.

Lebih dari itu, daerah-daerah lainpun berlomba-lomba menggunakan nama “Tape Bondowoso” untuk meningkatkan omzet dan mempermudah pemasaran produk olahan singkongnya,” tegas mantan Ketua HMI Cabang Jember ini.

Selanjutnya, perlu adanya revitalisasi “Bondowoso Kota Tape” sebagai icon daerah merupakan faktor penting dalam rangka meningkatkan ghiroh pembangunan masyarakat. Mengingat tape sudah memenuhi segala prasyarat untuk dijadikan icon daerah yang membumi dan menasional. “Dengan jumlah produksi 187,7 ton/hari dan potensi ekonomi Rp. 938.000.000,-/hari atau setara dengan 28,140 M/bulan dan kemampuan menyerap tenaga kerja hingga 7.508 orang/hari, ini jelas potensinya luar biasa,” katanya.

Adapun daerah-daerah yang memiliki kegiatan membuat tape diantaranya adalah Pujer, Wringin, Sukosari dan Binakal. Mereka terus bertahan dengan industri tape-nya. Walau demikian, ketersediaan “besek tape” masih tidak mampu memenuhi jumlah produksi tape setiap harinya. Sehingga pengrajin tape harus membeli “besek tape” dari Tulungagung dan Trenggalek. “Bahkan, sejauh pantauan Fraksi Partai Golkar, tingginya kebutuhan akan singkong sebagai bahan baku tape memaksa pengrajin tape untuk menunggu pasokan dari daerah Jember dan sekitarnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Golkar meminta agar Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk program revitalisasi “Bondowoso Kota Tape” sebagai ikon daerah, melaksanakan kebijakan yang komprehensif dan kontinye dalam melakukan pembinaan, pendampingan serta memberikan sentuhan anggaran yang berpihak kepada pengrajin tape mulai dari hulu sampai hilir baik itu petani singkong, pengrajin tape, pengrajin besek tape dan pengrajin kue hasil olahan tape. Lalu, Pemerintah juga diharapkan mampu mengkaji serta memproyeksikan didirikannya Koperasi Pengrajin Tape yang dapat mengakomodir kebutuhan dana petani singkong, pengrajin tape, pengrajin besek tape maupun pengrajin kue hasil olahan tape.

“Kami juga meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengajuan hak paten sehingga terdapat proteksi produk demi membentengi “tape’ sebagai ikon daerah yang dibanggakan masyarakat Bondowoso. Bahkan kalau perlu, Pemerintah Daerah kiranya perlu mengkaji dan memproyeksikan penambahan 1 (satu) lagi Hari Raya-nya, berupa “Hari Raya Tape”. “Hari Raya Tape” merupakan hari raya khas, unik dan khusus rakyat Bondowoso,” harapnya.(mkl)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional