HUT RI Memo X

Menu

Diskoperindag Bondowoso Gelar Bimtek GMP bagi IKM

  Dibaca : 114 kali
Diskoperindag Bondowoso Gelar Bimtek GMP bagi IKM
kegiatan pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja bagi masyarakat
space ads post kiri

Bondowoso, Memo X.Com– Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing produk industri pangan di Bondowoso, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Good Manufacturing Practice (GMP) bagi industri kecil dan menengah.

Drs. Bambang Soekwanto, MM Kepala Dinas Koperindag Bondowoso yang diwakili oleh Dra. Ek. Muharini Sekretaris Diskoperindag membuka kegiatan ini yang dilaksanakan dari tanggal 8 November hingga 9 November 2017 di Aula Diskoperindag. Menurut Nur Cahyaningrum STP, Kasi Agro dan Hasil Hutan, pembinaan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti sebanyak 35 orang IKM Pengolahan Pangan. “35 orang dari IKM Pengolahan Pangan dan 5 narasumber yang kami libatkan dalam kegiatan ini, yakni dari Dinkes dan Diskop sendiri,” ujarnya pada Memo X, Senin (13/11/2017).

Dra.Ek.Muharini, Sekertaris Diskoperindag dalam sambutannya memaparkan, industri pangan merupakan salah satu industri yang cukup melimpah dan berkembang pesat di kabupaten Bondowoso. “Sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah kabupaten Bondowoso untuk melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha guna meningkatkan potensi pengembangkan usahanya, yakni salah satunya adalah kegiatan ini,” paparnya.

Ia juga berharap, dalam kegiatan ini produsen makanan industri rumah tangga menghasilkan pangan yang bermutu, layak dikonsumsi dan aman bagi kesehatan. “Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mendapat tambahan pengetahuan dan wawasan dalam hal peraturan tentang pangan dan pedoman pemberian SPP-IRT atau Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), higienitas sanitasi pengolahan pangan, bahan tambahan pangan yang memenuhi syarat, persyaratan label dan iklan pangan. Selain itu juga melalui bimtek ini diharapkan produk olahan pangan IKM Bondowoso bisa menjadi produk yang berkualitas dan mempunyai nilai jual tinggi,” terangnya.

Pantauan di lapangan, peserta sangat antusias sekali mengikuti kegiatan ini. Menurut Sri Wahyuni (40), salah satu warga Wonosari mengaku, dirinya bertambah wawasannya tentang tata cara pembuatan kemasan. ”Menambah wawasan kami dalam cara pembuatan kemasan dan pemberian label yang sesuai aturan. Harapannya juga agar nantinya dengan perbaikan kemasan ini bisa menambah nilai pemasaran, bahkan mungkin akan layak dipasarkan ke toko-toko modern,” ujar pengusaha kue kering rambutan ini. (ifa/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional