pariwisata kabupaten jember

Kades Ardisaeng Diancam Bunuh

  Dibaca : 470 kali
Kades Ardisaeng Diancam Bunuh
space ads post kiri

* Terlapor Keluar-Masuk Kamar Bawa Pisau

Kepala Desa (Kades) Ardisaeng, Kecamatan Pakem, H Su’udi mendatangi Mapolsek Pakem, untuk melaporkan warganya berinisial Ud. Pasalnya, terlapor datang ke rumah kades dengan membawa pisau dan masuk ke dalam kamar rumah sang kades. Akibat kejadian itu, H Su’udi segera menghubungi polsek setempat. Tak lama setelah melaporkan kejadian via telepon, petugas Polsek setempat segera mendatangi rumah kades untuk memberikan pengamanan.

TERANCAM: H Su’udi, Kades Ardisaeng, Kecamatan Pakem saat lapor ke polsek. (dul)

TERANCAM: H Su’udi, Kades Ardisaeng, Kecamatan Pakem saat lapor ke polsek. (dul)

Kepada Memo X, H Su’udi mengaku bahwa peristiwa itu dilatarbelakangi oleh persoalan yang menimpa Ud yang diduga melakukan hubungan asmara dengan seorang warga berinisal Al warga Kelurahan Dabasah, Kecamatan Kota Bondowoso. Al sebelumnya mengadukan kejadian itu, lantaran saat ini Al sudah telat bulan dan diduga sudah hamil.

Al berencana mendatangi rumah kades untuk melaporkan kejadian itu, namun, keinginan itu urung dilakukan. Namun demikian, kabar tersebut kemudian terdengar oleh kades. Sebagai seorang kades, H Su’udi ingin agar peristiwa itu tidak meledak di media. “Saya tidak ingin peristiwa ini sampai terdengar oleh media. Jika hal itu terjadi, ’kan yang tercemar ya desa ini. Saya ingin agar masalah tersebut diselesaikan dengan baik. Saya juga sudah menghubungi pihak keluarga Ud namun mereka sudah angkat tangan,” kata kades.

Setelah pihaknya menghubungi keluarga H Su’udi terkait dengan kasus itu, H Su’udi sore harinya tiba-tiba didatangi oleh Ud dengan membawa pisau. Ud menurut H Su’udi masuk ke kamar-kamar di rumah kades. Untungnya, saat itu kades ada di luar rumah.

Kejadian yang sempat menggegerkan warga sekitar dan keluar kades ini kemudian dilaporkan ke polsek setempat. Polisi kemudian datang ke lokasi dan mereka kemudian melakukan negosiasi dan mediasi. Namun, dari hasil mediasi itu, Kades mengaku tetap akan memproses kasus itu sesuai dengan aturan hukum. Jika tidak, kades kawatir hal itu akan terulang dan membahayakan jiwanya.

“Ya saya akan laporan ke polsek dan meminta polisi menindak tegas kasus ini,” katanya. Laporan Kades kemudian diterima oleh Kanit Reskrim Polsek Wringin. Saat ini polisi masih mendalami kasus itu. Jika memang ada bukti yang menguatkan secara pidana, maka pihaknya akan memproses kasus itu sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Ya, laporan sudah masuk dan akan kami pelajari,” kata Kanit Reskrim.(dul)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional