pariwisata kabupaten jember

Sungai Gunung Putri Jebol, Satu Desa Dihantam Banjir

  Dibaca : 305 kali
Sungai Gunung Putri Jebol, Satu Desa Dihantam Banjir
space ads post kiri

* Dinas Pengairan Segera Ambil Langkah Strategis

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Klabang Bondowoso dan Kabupaten SItubondo, Sabtu (29/1) malam kemarin menyebabkan Sungai Gunung Putri Kabupaten Situbondo jebol. Akibatnya, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang Bondowoso yang merupakan desa perbatasan itu dihantam banjir. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Tetapi, Dinas Pengairan Kabupaten Bondowoso mencatat akibat kejadian itu masyarakat desa setempat mengalami kerugian sekitar Rp. 250 juta.

Karna Suswandi, Kadis Pengairan melakukan peninjauan bersama Kades di lokasi banjir desa Wonoboyo (mkl)

Karna Suswandi, Kadis Pengairan melakukan peninjauan bersama Kades di lokasi banjir desa Wonoboyo (mkl)

Kepala Dinas Pengairan Bondowoso, Drs. Karna Suswandi, MM ketika dikonfirmasi Memo X ketika meninjau lokasi banjir menjelaskan bahwa 2, 5 hektar lahan pertanian milik warga rusak, selain itu, irigasi yang dibangun puluhan tahun lalu juga sebagian jebol. Untuk itu, pihaknya bersama staf melakukan identifikasi mana saja yang harus diperbaiki dalam waktu cepat.

“Hujan yang turun kata warga terjadi sekitar pukul 23.00. Ketika sungai gunung putrid jebol, airnya kemudian mengalir ke dataran rendah di wilayah Desa Woboyo. Banyak tangkis rusak dan sawah yang rusak. Upaya pertama kita adalah identifikasi, lalu mengambil langkah tepat untuk menanggulanginya,” jelas Karna yang ketika itu didampingi oleh Kepala Desa Wonoboyo, Hj. Tubaini dan perangkat desa lainnya, Minggu (31/1) pagi.

Untuk penanganan yang tepat itu, Dinas Pengairan menggunakan system Operasi Giat. Op giat ini merupakan langkah yang sudah dicanangkan oleh Dinas Pengairan dalam rangka mengantisipasi hal-hal kebencanaan yang merusak system irigasi. “Melalui Op giat ini, besok kami akan kirim 100 bronjong ke lokasi. Kami bersama masyarakat akan memperbaiki irigasi yang jebol. Op Giat ini memang secara lokasi tidak ditentukan. Kemudian yang kedua adalah kegiatan ini akan diserahkan ke Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) setempat agar diselesaikan secara swakelola dengan catatan tidak memakan anggaran yang besar,” jelasnya.

Pantauan Memo X pagi kemarin, warga desa Wonoboyo meminta agar saluran irigasi di wilayah itu ditinggikan. Hal itu juga mendapatkan sambutan positif dari Dinas Pengairan. Dan pada kesempatan itu, Karna mengaku bahwa kesadaran masyarakat masih terbilang rendah dalam menjaga irigasi. Itu terlihat ketika Karna melihat banyaknya kotoran ternak di buang di jalur irigasi, sehingga kotoran ternak tersebut menumpuk hingga saluran irigasi mampet. “Ke depan saya harap agar Bu Kades melarang warga membuang kotoran di saluran irigasi,” katanya.

Sementara menurut Kades WOnoboyo, hujan yang menyebabkan sungai gunung putri jebol itu berlangsung 5 jam. Untungnya, saluran irigasi yang ada di sekitar rumah padat penduduk itu sangat kuat. “Kalau jebol semua, ya mungkin kita tinggal nama,”katanya.(mkl)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional