pariwisata kabupaten jember

Komisi IV Minta Inspektorat Awasi Aktivitas Guru

  Dibaca : 70 kali
Komisi IV Minta Inspektorat Awasi Aktivitas Guru
space ads post kiri

Kasus murid SD yang menulis mengenai ISIS di secarik kertas, mematik Komisi IV DPRD Bondowoso angkat bicara. Anggota dewan mendesak inspektorat memantau kegiatan apa saja yang dilakukan guru diluar sekolah.

Ketua Komisi IV, KH. Zainul Fauzan, SH

Ketua Komisi IV, KH. Zainul Fauzan, SH

KH. Zainul Fauzan, SH, Ketua komisi IV DPRD Bondowoso yang menangani bidang pendidikan mengatakan, untuk mengantisipasi  masuknya faham radikal di lingkungan sekolah, seharusnya tidak hanya murid saja yang perlu diantisipasi, melainkan guru juga tak boleh luput dari perhatian.

Sejak kasus anak SD berani mengekpresikan tentang ISIS, kini guru menjadi perhatian anggota dewan hususnya Komisi IV. Karena guru adalah sosok orang yang memberikan informasi kepada muridnya. “Saya sudah pernah koordinasi agar Pemkab melakukan antisipasi terkait hal itu,” kata Fauzan, panggilan akrabnya.

Pemantauan terhadap aktivitas guru tersebut, lanjutnya, tidak hanya dipantau dilingkungan sekolah saja selama dia mengajar. Melainkan, memantau seluruh kegiatan guru diluar sekolah.

Sehingga, kata Alumni PP Zainul Hasan Genggong ini, Dinas Pendidikan, terutama inspektorat harus tahu aktifitas guru diluar sekolah. “Hawatir guru berafiliansi dengan aliran radikal, dan memberikan pengaruh ke siswanya,” jelasnya.

Informasi Memo X, awal 2015 kemarin, komisi IV juga pernah mengumpulkan seluruh kepala UPTD Dinas Pendidikan di lima titik yang berbeda. Hal itu berkaitan antisipasi pengaruh informasi dunia luar, termasuk smart phone dan kenakalan remaja.

Dalam pertemuan itu membahas tentang buku yang dianggap meresahkan dunia pendidikan, termasuk buku pelajaran agama yang isinya sedikit radikal. “Buku itu tidak salah, tapi tidak cocok untuk anak SD,” tambahnya.

Dalam buku agama yang menjadi kekhawatiran tersebut, ada materi pemahaman agama radikal serta kelompoknya. “Kalau anak SD mempelajari materi itu, dianggap pelajaran itu benar.

Jika pelajaran itu diajarkan pada Mahasiswa atau murid SMA, maka mereka bisa membedakan, antara pelajaran yang tidak benar buruk dan baik. Sehingga mereka bisa memfilter sendiri.

Kaitan dengan murid SDN Taman Sari I yang menulis tentang ISIS, sebaiknya lingkungan sekolah termasuk guru serta kepala sekolah tidak boleh mengucilkan, terlebih lagi mengeluarkan murid yang bersangkutan.

“Jika ada siswa seperti itu jangan dihukum dan jangan dikeluarkan dari sekolah. Tapi arahkan. Karena sekolah merupakan tempat untuk mendidik,” sarannya. Jika sekolah mengeluarkan siswa itu, komisi IV siap turun tangan.(sam)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional