pariwisata kabupaten jember

Diknas Bondowoso Antisipasi Masuknya Radikalisme Agama

  Dibaca : 244 kali
Diknas Bondowoso Antisipasi Masuknya Radikalisme Agama
space ads post kiri

Kasus murid SD yang menulis mengenai ISIS di secarik kertas beberapa waktu lalu menyebabkan Dinas Pendidikan Bondowoso segera melakukan berbagai langkah agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga segera berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar memberikan arahan dan memperkuat pendidikan keagamaan. Sehingga jika pendidikan keagamaan kuat, maka idiologi mereka juga akan kuat.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Dra. Hj. Endang Hardianti, MM

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Dra. Hj. Endang Hardianti, MM

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Dra. Hj. Endang Hardianti, MM ketika dikonfirmasi Memo X mengemukakan bahwa sebenarnya Dinas Pendidikan melalui sekolah-sekolah sudah menanamkan pendidikan keagamaan sejak dini. Diknas juga mengantisipasi masuknya radikalisme agama di kalangan siswa.

Namun, menurut Endang, perananan orang tua juga sangat penting demi menjaga mereka dari berbagai godaan. “Masalah ini merupakan tanggungjawab kita,” jelasnya.

Sementara itu, Zainul Fauzan ketua komisi IV DPRD Bondowoso yang menangani bidang pendidikan mengatakan, antisipasi  masuknya faham radikal di lingkungan sekolah seharusnya tidak hanya murid saja yang perlu diantisipasi, melainkan guru juga tak boleh luput dari perhatian.

Sebab, guru adalah sosok orang yang memberikan informasi kepada muridnya. “Saya sudah pernah koordinasi antisipasi terkait itu,” ucapnya.

Sebelumnya, salah satu siswa kelas VI SDN Tamansari 01 Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, menulis tentang ISIS pada secarik kertas.

Siswa tersebut mendapatkan tugas dari guru kelasnya untuk mengisi mading sekolah. Hasil tulisan siswa itu dipajang di Mading pada hari Rabu dan membuat semua yang membacanya terkejut. Polisi  yang mengetahui isi tulisan tersebut langsung melakukan pemeriksaan.

Kapolres Bondowoso AKBP Djadjuli menjelaskan, pihaknya  sudah memanggil siswa tersebut, orang tua, dan guru untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, hasil tulisan siswa itu merupakan tulisan yang ada di baju seseorang yang bernama Siddik yang dijumpainya setahun yang lalu. Siddik diduga agak terganggu jiwanya.

Bunyi tulisan tersebut diantaranya, ini kok bisa bertentangan dengan hukum agama dan hukum pancasila ini jelas-jelas melanggar hukum kenapa tidak dilindungi oleh pejbat penegak hukum (arti ISIS).

Tidak hanya itu saja ada juga tulisan semua pembunuh adalah saudara kita, teroris ini kok bisa bertentangan dengan agama, dan dibaris terakhir kami tidak takut polisi.

Saat ini polisi terus melakukan penyelidikan terhadap Siddik, untuk mengetahui secara jelas apakah Siddik terlibat dalam jaringan ISIS atau tidak.

Dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh ISIS di Bondowoso, utamanya di lingkungan sekolah, polisi terus melakukan pemantauan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat vital lainnya. (mkl)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional