pariwisata kabupaten jember

Membangun Pasar Penyangga Demi Memajukan Ekonomi Masyarakat

  Dibaca : 361 kali
Membangun Pasar Penyangga Demi Memajukan Ekonomi Masyarakat
space ads post kiri

Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni terus berupaya keras guna mewujudkan visi dan misinya yakni menjadikan masyarakat Bondowoso yang beriman, berdaya dan bermartabat. Salah satu upaya yang sedang dan telah dia lakukan adalah perbaikan dalam sektor ekonomi kemasyarakatan.

Pasar tradisional di Bondowoso harus segera diperbaiki

Pasar tradisional di Bondowoso harus segera diperbaiki (mkl)

Saat ini, geliat pertumbuan dan perkembangan ekonomi di sejumlah Kecamatan di Bondowoso mulai bergerak cepat. Meski perputaran ekonomi di Bondowoso masih ada yang keluar daerah daerah Kabupaten Bondowoso semisal Jember dan Situbondo, namun pemerintah terus berupaya agar ekonomi bertumpu di Bondowoso dengan cara menggerakkan pasar penyangga.

Menurut anggota komisi II DPRD Bondowoso, Ady Kriesna, harus ada perbaikan-perbaikan pasar di Kecamatan semisal Kecamatan Tamanan, Kecamatan Cermee, Maesan, Wringin dan juga Prajekan. Namun, hal itu tetap berkutat pada pasar tradisional untuk menyangga arus barang agar tidak keluar dari Bondowoso.

“Kalau dulu kan orang Cermee jual barangnya ka ke Situbondo, Tamanan jual barangnya ke Kalisat, Jember dan Maesan ke Arjasa Jember. Paling tidak dalam hal pertanian,” katanya.

Kemudian yang kedua, mestinya Bondowoso memiliki mall untuk kegiatan pola konsumsi ekonomi kelas menengah.

“Jadi ketika kawasan penyangga kecamatan ini sudah bagus, maka kita harus berpikir agar masyarakat Bondowoso itu bangga dengan daerahnya sendiri sehingga tidak ke daerah lain. Mall itu harus ada,” katanya.

Mall tersebut merupakan hiasan wajah kota. “Jika pemerintah daerah menyediakan dana Rp. 20 Milyar untuk membangun mall saya kira bagus. Karena itu kan sistemnya sewa atau gimana atau disekat beberapa toko, nanti kan akan menjadi baik dan terintegratif. Kita pernah usulkan ada mall terintegratif dengan pedagang kaki lima. Ada lahan parkir di bawah dan di atas dan disekitar mall ada areal pedagang kaki lima,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Pedagangan dan Koperasi, H. Bambang Sukwanto, MM mengatakan bahwa dalam dunia perdagangan, perbaikan pasar dan pembangunan tempat berniaga bagi pedagang kaki lima serta peningkatan kondisi pasar yang bersih dan nyaman melalui peningkatan sarana infrastruktur yang memadai merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah guna mendorong aktifitas perekonomian masyarakat.

“Pengembangan pusat pasar daerah belum nampak secara signifikan, hanya terjadi alih fungsi los menjadi kios, sehingga jumlah pedagang yang mengalami peningkatan tidak mampu tertampung di pasar. Oleh karena itu perlu pengembangan pasar daerah,” katanya. (mkl)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional