pariwisata kabupaten jember

17 Napi Bondowoso Dipindah ke Pamekasan

  Dibaca : 100 kali
17 Napi Bondowoso Dipindah ke Pamekasan
space ads post kiri

Sebanyak 17 Orang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Kabupaten Bondowoso dipindah ke Lapas Narkoba Pamekasan Jumat (22/1) jam 23.00. Kepala Lapas Bondowoso Mohammad Hanafi menjelaskan bahwa pemindahan 17 orang narapidana tersebut diantaranya adalah narapidana yang terjerat kasus sebanyak 15 orang, kasus narkoba dan 2 orang kasus kriminal, rata-rata minimal hukuman 8 tahun ke atas….

* Putus Mata Rantai Jaringan Narkoba

Tujuan dari pemindahan 17 napi ini adalah untuk mendapatkan pembinaan lebih khusus, “Kami juga berharap dengan adanya pemindahan ini nantinya akan dapat memutus mata rantai jaringan narkoba yang ada di Bondowoso, dan juga dengan dipindahnya 17 Napi ini ke lapas Madura dapat didata mana saja yang masuk kategori gembong narkoba dan pemakai atau pengedar. Hal ini menunjukkan suatu bukti bahwa Lapas Bondowoso tidak main-main dalam memberantas narkoba bekerjasama dengan Polres Bondowoso,” katanya.

LAYAR: Napi saat digiring menuju Madura

LAYAR: Napi saat digiring menuju Madura (mkl)

Ditanya tentang adanya kasus peredaran narkoba di dalam Lapas M Hanafi menegaskan bahwa memang ada pembesuk beberapa waktu yang lalu sempat tertangkap tangan membawa narkoba, namun oleh petugas Lapas langsung dilakukan penangkapan.

“Akan tetapi dengan lihainya pelaku sempat melarikan diri,” ungkap Kepala Lapas Klas II B Bondowoso.

Di tempat yang sama Kasat Sabhara menjelaskan bahwa pihaknya akan mengawal mereka hingga ke tempat tujuan atas permintaan Kalapas Bondowoso.

“Kami Satuan Sabhara Polres Bondowoso sangat mendukung inisiatif Kepala Lapas dan siap mengawal dan mencari jalan tercepat menuju ke Madura, maka kami tentukan waktunya malam hari dengan pengawalan ketat dari polisi disertai senjata lengkap,” terangnya.

Sebelum pemberangkatan pihaknya memberi arahan kepada 17 orang napi tersebut agar tidak melakukan hal – hal yang tidak kita inginkan, apabila nantinya diperjalanan ada napi yang memberontak atau tidak kooperatif pihaknya akan bertindak tegas karena dianggap melawan polisi, karena hal itu sudah menjadi perintah dari atasan, imbuh Kasat Shabara AKP Djoko Mulyono. (har)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional