pariwisata kabupaten jember

Sopir APV Tersangka

  Dibaca : 337 kali
Sopir APV Tersangka
space ads post kiri

* Buntuti Ambulance Lost Control

Polisi menetapkan tersangka sopir mini bus Suzuki APV dalam Laka Lantas yang disebabkan human error antara mini bus Suzuki APV dengan truk bermuatan katul di Desa Tangsil Kulon kemarin. Kasat Lantas Polres Bondowoso, AKP Achmad Faisol Amir SIK kepada Memo X menjelaskan, dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan sejumlah saksi, penyebab terjadinya kecelakaan maut tersebut adalah sopir mini bus Suzuki APV.

RINGSEK: Mobil APV jadi barang bukti

RINGSEK: Mobil APV jadi barang bukti

“Setelah kami melakukan olah TKP dan hasil keterangan saksi yang kami mintai keterangannya, menyimpulkan, penyebab terjadinya kecelakaan adalah Subarso, sopir mini bus Suzuki APV,” kata Faisol, panggilan akrabnya. Namun demikian, lanjut perwira kelahiran Bangkalan ini, polisi masih belum melakukan pemeriksaan pada tersangka. Karena saat ini masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit.

Sebagaimana diberitakan kemarin, mobil minibus Suzuki APV yang dikendarai 4 pengurus Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Situbondo, mengalami nasib naas saat melintas di jalan Bondowoso – Situbondo, tepatnya di Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang.  

Salah satu pengurus ormas tersebut, meninggal di tempat setelah bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan. Mobil APV yang bertuliskan Panti Asuhan Yatim Tunas Harapan PD Muhammadiyah Panarukan-Situbondo melaju kencang dari arah Situbondo.

Kendaraan tersebut diketahui membuntuti mobil ambulance yang berada di depannya. Sayang, saat ambulance mendahului mobil di depannya, tidak bisa diikuti oleh mobil APV tersebut. Melihat truk dari arah berlawanan, sopir mobil APV bernopol P 88 FK banting setir ke arah kanan dengan maksud menghindari kecelakaan. Tapi tetap saja kecelakaan maut tidak bias dihindari.

Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) terjadi pukul 11.30 wib. Satu korban meninggal adalah Abdurrahman (68) Warga Desa Kilen Sari, Kecamatan Panarukan Situbondo yang duduk di sebelah kiri depan. Sementara sopir APV Subarso  (62) dari Panarukan Situbondo hanya mengalami luka ringan bagian lutut dan telapak tangan. Sedangkan penumpang yang duduk di tengah, Sahwoto juga mengalami luka ringan dibagian pelipis dan betis kanan.

Moh Sirwan mengalami luka cukup serius di lengan kiri dan lutut patah tulang terbuka. Menurut keterangan saksi mata, kata Faisol, mobil APV itu melaju kencang membuntuti ambulance di depannya.

“Sayangnya, mobil emergensi itu tidak membuka jalan untuk mobil APV dan kecelakaan dengan Truk yang bermuat pakan ternak (katol atau dedak) dari arah berlawanan atau Bondowoso tak terhindar,” kata Sirwan. “Kecelakaan ini menjadi edukasi pada masyarkat, agar memberikan jalan dan jangan membututi kendaraan yang bersifiat emergensi,” kata Faisol mengingatkan melalui Memo X.

Saksi mata, Darmanto mengatakan, laju truk dari arah Bondowoso ini tidak kencang. “Saya lihat truknya, kemudian ada ambulance lewat. Dan truk belok kanan lalu ada suara keras,” ucapnya. Bripka Supriyanto menjelaskan, saat menuju lokasi kecelakaan, truk tersebut sudah melintang di tengah jalan. Sedangkan mobil APV ini sudah berada di tepi dengan kondisi kaca depan pecah, sisi kiri mobil ringsek parah.

“Dari empat penumpang, hanya satu saja yang bisa menyuarakan kesakitan, lainya tak ada suara,” paparnya. Dengan menggunakan mobil dinas dobel kabin, Supriyanto mengantar korban langsung ke RSUD dr Koesnadi.(sam)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional